Tantangan Pelaksanaan Perkuliahan Jarak jauh ditengah Wabah Covid-19

tantangan-pelaksanaan-perkuliahan-jarak-jauh-ditengah-wabah-covid19
Ruang Mahasiswa Haris 2020-03-28 01:07:06

Sinergimas - Perkuliahan jarak jauh (PJJ) yang diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi diindonesia pada kondisi darurat Covid-19 seperti ini merupakan tantangan tersendiri seperti halnya Institut Teknologi PLN misalnya, ternyata masih menyimpan berbagai permasalahan dikalangan mahasiswa. Pasalnya, pada sistem pembelajaran baru yang diterapkan ini sungguh memberikan kesulitan tersendiri bagi mahasiswa dalam proses belajar mengajarnya. Contohnya pada jaringan internet mahasiswa yang tergolong masih sangat lambat dan terbatas untuk digunakan dalam melaksanakan proses perkuliahan jarak jauh terutama yang memanfaatkan Video Conference dalam pelaksanaannya. Selain itu masih terdapat juga keluhan mahasiswa selama PJJ ini, diantaranya masih terdapat beberapa dosen yang belum bisa memanfaatkan teknologi PJJ dengan baik sehingga harus memberikan tugas yang begitu banyak bagi mahasiswanya. Selain itu  masih ada juga yang memberikan materi PJJ pada jam yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

Hafizh Bagus, merupakan seorang mahasiswa jurusan S1 Teknik Informatika memberikan beberapa pendapat mengenai sistem PJJ ini yang menurutnya sangat efektif dalam memberikan solusi pembelajaran yang baru dalam sistem pendidikan saat ini, namun dalam pelaksanaanya masih ada dosen yang belum beradaptasi dengan baik dalam pelaksanaan sistem PJJ yang digunakan sekarang ini sehingga pemberian tugas yang menjadi solusi dalam proses belajar mengajar, kondisi ini dinilai sangat menyusahkan mahasiswa disebabkan belum mendapatkan pemahaman serta materi secara baik dan jelas.

 

"Menurut saya PJJ ini cukup Efektif. Jika dosen mengerti dan paham secara utuh penggunaan teknologi Pembelajaran jarak Jauh ini. Di mana kita memanfaatkan tren teknologi dan kecanggihan sebagai media pembelajaran yang mana itu menunjukan pembelajaran yang sudah sangat fleksibel dan menguntungkan kedua belah pihak. Namun nyata nya dalam pelaksanaannya masih ada beberapa dosen yang hanya memberikan tugas semau hati tanpa memikirkan apakah mahasiswa dapat  memahami atau tidak dengan tugas yang diberikan tersebut. Sehingga kita terpaksa harus mencari materi sendiri. Seharusnya kita tidak perlu begadang atau tidak dapat beristirahat dengan mengerjakan tugas yang belum sama sekali kita pelajari. Bahkan istilah No Tugas, No Absen itu sendiri pun masih masih ada". Ucap Hafizh yang diwawancarai mengenai kondisi PJJ ini.

 

Selain itu Hafizh pula memberikan keluhan mengenai waktu pembelajaran yang dimana tidak sesuai dengan KRS yang telah tersedia

 

"Tapi itu hanya sebagian kecil namun mayoritas Dosen sudah sangat paham dan mengerti teknologi yang digunakan pada pelaksanan PJJ ini,  cukup Memuaskan mahasiswa. Namun terkadang dosen yang memahami PJJ itu terkadang meminta online di jam-jam yang cukup berat. Terkadang sesuai jam kuliah terkadang juga ada yangg telat sampai 1 jam bahkan adapula yang maju 1 jam sehingga pelaksanaan matakuliah yang lain menjadi terganggu dan bentrok dengan matakuliah yang lain. Sehingga ada mahasiswa yang baru menggunakan Mutidevice, untuk online di 2 kelas secara bersamaan". Terang Hafizh

 

Sebelumnya, dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 yang terus menerus mengalami perkembangan di Indonesia, Institut Teknologi PLN melalui pimpinan memberikan sebuah kebijakan dengan menerapkan sistem perkuliahan jarak jauh bagi mahasiswa. Sehingga dengan adanya kebijakan ini mahasiswa dapat melakukan pembelajaran meskipun tidak lagi berada kampus dan tetap berada di rumah masing-masing dan menjaga diri dari virus yang penyebarannya begitu cepat.

 

PJJ adalah sebuah solusi baru dalam perkembangan pembelajaran di lingkungan Institut Teknologi PLN, saat kondisi telah stabil pun sistem ini dapat diberlakukan oleh tenaga pengajar dalam menyampaikan materi apabila terdapat lain hal yang mungkin berhalangan apabila bertemu dalam kelas. Namun patut dipahami pula bahwasanya sistem yang berlaku saat ini perlu sebuah solusi baru terhadap pelaksanaannya yang dimana akan memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak.

 

 

Penulis : Muhammad Yusril

Komentar

Belum ada komentar

Tulis Komentar Anda

Silahkan login terlebih dahulu

Berita Lainnya

Pengabdian Masyarakat Andi Junaidi 2020-08-03 17:29:26

Kegiatan PkM: Pelatihan Robotic System Di Pondok Pesantren Ashiddiqiyah2 Batu Ceper Tangerang Banten

Perkembangan pendidikan pesantren ditengah kemajuan teknologi dan informasi dapat memberikan warna terhadap keberadaan pondok pesantren di Indonesia yang dinilai…

Pengabdian Masyarakat Muhammad Sofyan 2020-07-26 15:57:16

KESELAMATAN TERHADAP RISIKO KEBAKARAN DI SEKOLAH

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana akibat letaknya yang secara geografis berada pada ring of fire. Ring of fire  tersendiri adalah…

Pengabdian Masyarakat 2020-06-06 12:18:09

PkM: Pemasangan Lampu Jalan Dan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Solar Cell Sebagai Prototype

Kegiatan  Pengabdian  kepada  Masyarakat  (PkM) sudah dilakukan  secara  rutin  setiap semester   oleh   dosen-dosen dan mahasiswa IT-PLN. LPPM IT-PLN selalu   mendukung  …

Pengabdian Masyarakat Adri Senen 2020-07-30 14:30:34

Kegiatan PkM : Pemanfaatan Tenaga Surya Untuk Penyaluran Air Bersih Bagi Pesantren At-Thumaaninah Ka

Kecamatan Sajira merupakan kecamatan di Kabupaten Lebak Provinsi Banten yang terkenal karena pesantrennya. Salah satu pesantren dengan jumlah santri yang cukup…